sakit kepala tegang atau tumor

Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Sakit Kepala Tegang Atau Tumor

Sakit kepala tegang adalah salah satu gejala sakit pada seputar kepala yang seringkali menyerang. Kondisi ini sering digambarkan dengan rasa sakit yang terjadi karena adanya seperti tali yang mengikat kuat di kepala.

Sakit kepala tegang bisa menyerang siapa pun dan tidak mengenal usia berapapun. Namun, ada yang menyebut bahwa kondisi ini paling sering terjadi kepada wanita dewasa. Gejala pada sakit kepala tegang sangat mengganggu dan menyebabkan nyeri.

Hingga kini, masih belum diketahui secara pasti apa yang penyebab utama sakit kepala tegang. Namun, kondisi ini diyakini berkaitan dengan kontraksi pada otot wajah, kulit kepala, dan juga leher, sehingga menyebabkan tegang.

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kontraksi seperti terjadi, di antaranya stres atau perasaan tertekan, kekurangan dehidrasi, kelaparan,  kelelahan, kurang istirahat,hingga aroma tertentu yang dapat memicu sakit kepala. Selain itu, ada beberapa faktor yang juga bisa memicu sakit kepala tegang, contohnya seperti mendengar suara berisik, jarang berolahraga, terlalu banyak mengonsumsi kafein atau minuman beralkohol dan rokok, hingga kondisi tertentu.

Cara Mendeteksi Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang bisa dideteksi melalui cara mengamati gejala yang muncul. Pada tahap yang lebih parah, sejumlah pemeriksaan juga dibutuhkan untuk memastikan serangan sakit kepala tegang. Gejala dari jenis sakit kepala ini biasanya akan berupa rasa sakit dan tekanan didahi, pada kedua sisi kepala, ataupun bagian belakang kepala.

Selain itu, biasanya ada sederet gejala lain yang juga bisa muncul. Mulai dari nyeri pada otot, konsentrasi terganggu dan mudah resah, sulit tidur ketika malam hari, dan sulit untuk bangun di pagi hari karena sakit kepala. Orang yang mengalami sakit kepala tegang pun biasanya akan merasa sakit ketika bangun dari berbaring, hingga serangan nyeri di kulit kepala, pelipis, leher belakang, hingga bahu.

Sakit kepala tegang bisa terjadi hilang dan timbul kembali pada waktu-waktu tertentu atau timbul sepanjang hari. Biasanya, kondisi ini akan berlangsung selama 30 menit hingga satu minggu. Dalam beberapa kasus, sakit kepala mungkin akan berlangsung selama lebih dari 15 hari dalam satu bulan atau 3 bulan berturut-turut. Kondisi ini disebut sebagai sakit kepala tegang yang kronis.

Jika hanya muncul sesekali dan tidak menimbulkan gejala lain, sakit kepala tegang tidak perlu penanganan secara medis. Namun, kondisi ini harus diwaspadai jika disertai dengan beberapa gejala, seperti, datang tiba-tiba dan menimbulkan sakit kepala parah, leher kaku,perasaan mual hingga muntah, demam,  dan merasa bingung. Sakit kepala yang disertai dengan rasa lemas, mati rasa, dan terjadi setelah Anda kecelakaan yang menyebabkan benturan pada kepala juga harus diwaspadai.

Untuk mendeteksi penyebab sakit kepala tegang, bisa dilakukan pemeriksaan secara medis dikepala. Pemeriksaan bisa dilakukan melalui prosedur MRI dan CT scan. Pemeriksaan ini juga dapat membantu mengetahui apakah ada kondisi serius yang menjadi penyebab sakit kepala tegang, misalnya sakit kepala tegang atau tumor.

Baca juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *