Kebanyakan kista ovarium tidaklah akan berbahaya. Akan tetapi ada juga kista ovarium yang ganas. Karena kehadirannya yang sering kali tidak memiliki gejala, kista ovarium yang tadinya jinak juga dapat berpotensi menjadi ganas.

Lantas, apa saja ciri-ciri kista Ganas dan jinak ?

Kista ovarium merupakan sebuah kantung yang berisi cairan dan tumbuh pada indung telur (ovarium). Kebanyakan kista ovarium tidaklah berbahaya dan dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.

Gejala baru dirasakan ketika kista mulai membesar, pecah, atau sudah menutupi suplai darah ke ovarium. Jika sudah memasuki tahap itu, maka Anda akan merasakan gejala-gejala seperti:

  • Perut kembung
  • Sering melakukan buang air kecil
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Sakit disertai demam
  • Gangguan pencernaan atau seperti mudah kenyang ketika makan
  • Nyeri sketika buang air besar
  • Nyeri panggul
  • Nyeri ketika sedang melakukan hubungan seksual

Gejala kista ovarium jinak dan ganas seringkali cekup sulit untuk dikenali karena kemiripannya. Namun jika Anda mendapati gejala di atas disertai dengan penurunan berat badan, demam, dan sesak nafas, Anda perlu segera memeriksakannya dokter.

Bagaimana Cara Mendeteksi Kista Ganas?

Ada beberapa cara yang bisa membantu Anda mengetahui apakah kista yang dimiliki bisa berpotensi menyebabkan kanker atau tidak.

  • Tes darah CA-125. Kadar CA-125 diseorang penderita kanker ovarium pada umumnya tinggi. Maka Anda berpotensi memiliki kista yang bersifat kanker jika kadar CA-125 tinggi. Namun, ini tidak bisa menjadi satu-satunya menjadi patokan. Kadar CA-125 seorang wanita juga juga bisa meningkat dalam keadaan menstruasi, hamil, atau endometriosis.
  • Ultrasonografi atau USG. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi jenis, bentuk, ukuran, dan juga letak kista.
  • Biopsi. Walaupun pada umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker, namun prosedur ini bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi kondisi lain, seperti kista. Biopsi merupakan prosedur pengambilan sampel sejumlah jaringan dari pada bagian tubuh untuk diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan ini sangat penting untuk menilai apakah kelainan bersifat jinak atau ganas.

Anda tidak bisa memakai satu cara saja dalam mendeteksi apakah kista bersifat kanker atau tidak. Ketiga hal di atas ini  perlu dipertimbangkan secara bersamaan untuk menentukan langkah penanganan kista yang tepat bagi kondisi Anda.

Baca juga