keluar cairan bening encersaat hamil muda

Keluar Cairan ketika Hamil Muda ?

Keluar Cairan Bening Encer Saat Hamil Muda?

Kenali 6 Arti Warna Cairan Vagina Pada Ibu Hamil

Saat hamil, perhatikanlaj jenis-jenis cairan yang bisa keluar dari vagina. Beberapa jenis cairan yang keluar seringkali akan bervariasi pada warna, tekstur, dan juga volume.

Meski beberapa perubahan warna bisa juga dianggap normal, tetapi yang lain mungkin saja mengindikasikan infeksi atau masalah medis lain yang lebih serius.

Untuk jenis cairan vagina yang normal, biasanya dikenal sebagai leukorrhea. Jenis cairan vagina ini berwarna bening dan tidak akan berbau. Volumenya bisa meningkat di sepanjang kehamilan untuk mengurangi risiko infeksi vagina dan juga rahim.

Berikut adalah berbagai jenis warna cairan vagina yang bisa keluar pada ibu hamil dan juga risiko-risikonya:

1. Cairan berwarna bening

 

Keluar cairan bening encer saat hamil muda ? Cairan a seperti ini disebut leukorrhea, yang biasanya dianggap sebagai cairan vagina normal dan sehat. Terutama jika tidak berbau.

Namun, setiap perubahan dalam kuantitas ataupun konsistensi bisa juga menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Seorang ibu hamil yang belum cukup waktu untuk melahirkan maka harus cek ke dokter jika mengalami kelebihan cairan  pada vagina, terutama terjadi dengan terus-menerus atau teksturnya menebal seperti jeli.

2. Cairan berwarna putih kental

Jika cairan vagina yang keluar berwarna putih bertekstur kental, bisa jadi ini merupakan karena adanya infeksi jamur. Ini adalah kondisi yang rentan dialami ibu hamil. Gejala infeksi jamur yang perlu Anda waspadai ibu hamil selain keluar cairan putih yakni rasa gatal pada vagina, muncul sensasi seperti terbakar dan nyeri saat buang air kecil.

3. Cairan berwarna hijau atau kuning

Cairan vagina yang muncul berwarna hijau atau kuning ini yang perlu diwaspadai. Terutama karena bisa saja menjadi tanda infeksi menular seksual (IMS), contohnya seperti klamidia atau trikomoniasis.

Gejala lain yang mungkin muncul sebagai tanda dari penyakit tersebut misalnya kemerahan atau iritasi di organ intim. Perlu dicatat bahwa beberapa jenis IMS terkadang tidak akan menimbulkan gejala.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), IMS bisa menyebabkan komplikasi selama kehamilan yang bisa memengaruhi tubuh serta si Kecil. Komplikasi ini kadang-kadang tidak muncul hingga bertahun-tahun setelah persalinan, tetapi diam-diam bisa memengaruhi sistem saraf dan perkembangan anak, risiko terjadinya infertilitas pada perempuan.

4. Cairan berwarna abu-abu

Cairan vagina yang berwarna abu-abu juga bisa mengindikasikan infeksi vagina yang disebut sebagai bacterial vaginosis (BV). Hal ini terutama jika keluarnya cairan tersebut dibarengi dengan muncul bau yang tidak sedap.

BV adalah kondisi yang mungkin terjadi akibat karena ketidakseimbangan bakteri di vagina. Salah satu pemicunya ialah terlalu sering membersihkan vagina menggunakan sabun, sehingga bakteri baik di vagina pun jadi ikut hilang.

5. Cairan berwarna merah muda

Cairan vagina berwarna merah muda dapat menjadi normal atapun sebaliknya. Kondisi ini bisa terjadi karena pada awal kehamilan atau justru di minggu-minggu terakhir sketika tubuh bersiap untuk persalinan.

Yang perlu diperhatikan, pengeluaran cairan berwarna merah muda ini juga dapat terjadi sebagai tanda awal dari keguguran atau kehamilan ektopik.

6. Cairan berwarna merah

Keluarnya cairan vagina yang berwarna merah selama kehamilan pada umumnya membutuhkan perhatian segera dari dokter, terutama ketika volumenya berat, mengandung gumpalan, dan bersamaan dengan kram dan nyeri perut. Gejala-gejala ini bisa menjadi pertanda keguguran.

Penyebab lain keluarnya cairan merah dari vagina, terutama selama trimester pertama, juga dapat disebabkan karena infeksi.

Sementara itu, keluar cairan merah dari vagina pada trimester akhir kehamilan bisa mengindikasikan potensi masalah yang seperti persalinan prematur, yang tentunya membutuhkan tindakan medis segera.

Mengatasi keputihan berlebihan saat hamil

Peningkatan volume cairan vagina yang tidak mengeluarkan bau atau berbau ringan selama kehamilan ialah normal. Tetapi jika ada perubahan warna dan bau, bisa jadi ini merupakan tanda terjadinya infeksi.

Untuk mengatasi masalah ini, dokter biasanya akan memberikan resep antibiotik jika memang benar-benar dibutuhkan. Selain itu, Anda juga bisa menjaga kesehatan vagina selama kehamilan dengan cara melakukan hal-hal berikut ini:

  • Menghindari penggunaan douching  yangberlebihan
  • Menyeka vagina dari arah depan ke belakang ketika setelah buang air kecil
  • Keringkan vagina sampai benar-benar bersih setelah mandi
  • Gunakan pakaian dalam yang bahannya bisa menyerap keringat
  • Hindari penggunaan celana jeans ketat karena bisa meningkatkan risiko infeksi
  • Utamakan konsumsi makanan sehat dan hindari terlalu banyak makan gula, karena berpotensi dapat menyebabkan infeksi jamur

Demikian mengenai informasi penting tentang jenis-jenis cairan vagina ketika selama kehamilan yang perlu diperhatikan. Jangan ragu segera cek ke dokter jika Anda menemukan cairan vagina tidak normal, ya.

Baca juga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *